Anggaran Pemeliharaan Diduga Masuk Kantong, Ratusan Hektar TBM di PTPN IV Regional II Kebun Mayang Terlantar Bagaikan Hutan

banner 468x60

SIMALUNGUN | infopersadanews.id

Ratusan hektar tanaman kelapa sawit milik Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di PTPN IV Regional II Kebun Unit Mayang, tepatnya di Afdeling 5, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, ditemukan terlantar. Proyek negara ini kondisinya sangat memprihatinkan dan terkesan dibiarkan “bagaikan tak bertuan”.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

​Berdasarkan pantauan langsung tim awak media di lapangan, areal Tanaman Ulang (TU) tahun 2025 yang saat ini memasuki usia Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) berkisar 0-6 bulan tersebut, diduga kuat tidak tersentuh perawatan sebagaimana mestinya. Jadwal pemeliharaan berkala disinyalir ditabrak total oleh pihak manajemen kebun.(Rabu, 03/06/2026)

Fakta Lapangan: Pokok Sawit Menguning Dikepung Semak Belukar

​Amatan di lokasi menunjukkan indikasi pembiaran yang masif. Proses chemis piringan maupun pendongkelan manual tidak dilakukan sama sekali. Akibatnya, lingkaran piringan pokok sawit tertutup rapat oleh semak belukar dan gulma keras.

​Ironisnya, tanaman penutup tanah jenis Mucuna bracteata (kacangan) yang seharusnya tumbuh subur untuk menjaga kelembaban dan menekan gulma, justru tidak ditemukan tumbuh dengan baik. Bibit-bibit sawit muda milik perusahaan plat merah ini terpaksa “berjuang sendirian” melawan kepungan gulma pengganggu hingga mengakibatkan daunnya mulai menguning, stagnan, bahkan sebagian dilaporkan telah mati.

​Secara teknis agronomi, TBM usia 0-6 bulan merupakan fase krusial yang wajib fokus pada pengendalian gulma, konsistensi pemupukan, dan proteksi hama demi mendukung pertumbuhan vegetatif awal. Jika fase emas ini diabaikan, dipastikan potensi produksi di masa depan akan anjlok, dan negara harus menanggung kerugian investasi yang tidak sedikit.

Aroma Korupsi Menyengat: Anggaran Diduga Jadi “Bancakan” Oknum Pejabat Kebun

​Terlantarnya aset negara ini memicu aroma tak sedap terkait pengelolaan keuangan. Anggaran pemeliharaan yang rutin dikucurkan oleh manajemen pusat diduga kuat tidak direalisasikan ke lapangan, melainkan masuk ke kantong pribadi oknum-oknum tertentu. Disinyalir, ada praktik “sunat anggaran” sistematis yang melibatkan jajaran dari tingkatan Asisten Afdeling, Asisten Kepala (Askep), hingga Manager Unit.

​Skandal ini diperkuat oleh pengakuan mengejutkan dari salah seorang karyawan PTPN IV di lokasi kebun yang meminta identitasnya dirahasiakan.

​”Lihat saja sendiri keadaannya ini, Pak. Sangat miris. Padahal anggaran pemeliharaan itu ada dan dikucurkan. Kalau model begini terus cara kerjanya, bisa tumbang PTPN ini. Ini areal HGU Afdeling 5 Mayang tahun tanam 2025, luasnya mencapai ratusan hektar. Ini belum seberapa, Bang, coba abang masuk lebih ke dalam lagi, di sana sudah kayak hutan belantara,” ungkap sumber tersebut sembari melempar senyum kecut penuh arti kepada awak media.

Manajemen Bungkam, Asisten Afdeling “Alergi” Konfirmasi

​Demi keberimbangan berita (cover both sides), awak media berupaya mendatangi kantor Afdeling 5 untuk melakukan konfirmasi langsung kepada Ridwan Harahap selaku Asisten Afdeling. Namun, yang bersangkutan tidak berada di tempat dan terkesan menghindar.

​Upaya konfirmasi lanjutan yang dikirimkan melalui pesan singkat aplikasi WhatsApp ke nomor pribadinya juga setali tiga uang; tetap bungkam dan tidak memberikan balasan hingga berita ini ditayangkan. Sikap bungkam dari pejabat kebun ini semakin memperkuat spekulasi adanya kebobrokan yang sengaja ditutupi.

Mendesak Kementerian BUMN dan Aparat Penegak Hukum Turun Tangan

​Melihat kondisi TBM yang telantar layaknya hutan belantara di Kebun Mayang, patut diduga telah terjadi tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara dalam skala besar.

​Masyarakat dan pengamat mendesak Kementerian BUMN serta jajaran Direksi PTPN IV Regional II untuk segera turun ke lapangan melakukan audit investigatif secara total. Selain itu, Aparat Penegak Hukum (APH), baik Kejaksaan maupun Tipikor Kepolisian, diminta tidak tinggal diam dan segera memeriksa aliran dana pemeliharaan di Kebun Unit Mayang demi menyelamatkan aset negara dari tangan para oknum “tikus” berdasi.

(A.S)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *