Proses pemupukan TBM di PTPN IV regional II Unit kebun Tonduhan diduga tak sesuai SOP anggaran pemeliharaan tuai sorotan.

banner 468x60

 

Simalungun|Infopersadanews.id

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Pemupukan sawit baru tanam adalah proses penting yang harus dilakukan untuk menjamin hasil panen yang maksimal. Pumupukan ini juga merupakan salah satu komponen penting yang berfungsi untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan tanaman serta meningkatkan hasil produksi minyak.

Cara melakukan pemupukan TBM (Tanaman Belum Menghasilkan) kelapa sawit yang benar dilakukan umumnya menerapkan prinsip 4T: tepat dosis, tepat cara, tepat jenis, dan tepat waktu. Bersihkan piringan tanaman, lalu sebarkan atau benamkan pupuk secara merata di sekitar lingkar tajuk.

Namun di PTPN IV regional II Unit kebun unit Tonduhan tepatnya di areal afdeling 2 TU tahun tanam 2024 yang berada di blok 24 AB ditemukan, bahwa proses pemupukan TBM diduga tidak sesuai SOP yang telah ditentukan oleh perusahaan. Dimana tanpa adanya pembersihan areal piringan namun proses pemupukan sudah dilakukan, hal ini memicu pertanyaan besar terkait anggaran pemeliharaan yang dikucurkan.

Pemerhati perkebunan R.Gultom yang diminta tanggapannya mengatakan ” Ketika pemupukan TBM dilakukan tanpa adanya pembersihan areal piringan itu memicu pertanyaan besar terkait anggaran pemeliharaannya, apalagi sampai gulma pengganggu menyelimuti pokok TBM kita menduga telah terjadi kongkalikong antara Vendor dan management,” jelasnya.
Sama saja mereka buang pupuk, padahal sangat jelas ya, anggaran pemupukan di PTPN IV itu bukan main-main, itu adalah anggaran yang sangat besar, pupuk terbuang, TBM tersiksa, hasilnya nihil. tambah Gultom.

Asisten, Yogi Andika, Askep Sofyan Manik Manager PTPN IV regional II Unit kebun Tonduhan Andi Limbong yang dikonfirmasi melalui pesan aplikasi WhatsApp Tampak hanya contreng satu, sepertinya telah memblokir kontak awak media,

Dugaan pemeliharaan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) yang tidak sesuai SOP di PTPN IV yang tidak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) memicu sorotan publik karena berpotensi merugikan keuangan negara, di antaranya mencakup masalah formalitas administratif, tidak terurusnya fisik tanaman, serta ancaman penurunan produktivitas jangka panjang.(A.S)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *