Simalungun | Infopersadanews.id
Keselamatan penumpang angkutan umum trayek Pematangsiantar–Tanah Jawa menjadi sorotan. Berdasarkan informasi yang disampaikan masyarakat kepada Infopersadanews.id, angkutan umum merek Ganda diduga hampir setiap hari mengangkut penumpang melebihi kapasitas, bahkan pada jam berangkat dan pulang sekolah disebut-sebut masih ada penumpang yang naik hingga ke atas atap mobil.
Peristiwa yang disebut terjadi Selasa (4/8/2026) itu dinilai sangat membahayakan keselamatan penumpang, terutama para pelajar yang setiap hari menggunakan jasa angkutan umum tersebut.
“Warga tidak melarang sopir mencari nafkah, tetapi jangan sampai demi mengejar keuntungan justru mengorbankan keselamatan penumpang. Jika dibiarkan, dikhawatirkan sewaktu-waktu dapat terjadi kecelakaan yang merenggut korban jiwa,” ujar salah seorang warga bermarga Turnip kepada Infopersadanews.id.
Masyarakat mendesak Polsek Tanah Jawa beserta Unit Lalu Lintas agar segera turun ke lapangan melakukan razia dan penertiban terhadap angkutan yang diduga mengangkut penumpang secara berlebihan. Pengawasan rutin dinilai penting agar praktik yang membahayakan keselamatan tersebut tidak terus berulang.
Selain melanggar prinsip keselamatan berlalu lintas, mengangkut penumpang hingga berada di atas kendaraan berpotensi menimbulkan risiko fatal apabila kendaraan mengerem mendadak, kehilangan keseimbangan, atau mengalami kecelakaan di jalan.
Masyarakat berharap aparat kepolisian tidak menunggu jatuhnya korban sebelum melakukan tindakan. Penegakan hukum yang tegas dinilai menjadi langkah penting untuk memberikan efek jera kepada para sopir yang diduga masih mengabaikan keselamatan penumpang demi menambah jumlah muatan.
Infopersadanews.id meminta jajaran Polsek Tanah Jawa segera merespons keluhan masyarakat dengan melakukan penertiban dan penegakan aturan sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, demi terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.
“Keselamatan penumpang adalah hukum tertinggi. Jangan tunggu nyawa melayang baru ada penindakan.”(turnip)







