Hama Menggerogoti Sawit PTPN IV Regional II,Afdeling V Simalungun, Perawatan Dipertanyakan — Askep Hendrik Ketaren Bungkam Meski Konfirmasi Dibaca!

 


SIMALUNGUN, SUMATERA UTARA —Infopersadanews.id

Kondisi tanaman kelapa sawit  kebun Dosin di areal PTPN IV Regional II Afdeling V, Kabupaten Simalungun, menjadi sorotan. Sejumlah tanaman diduga mengalami serangan hama pemakan daun yang menyebabkan pelepah dan daun tampak rusak, mengering, merangas hingga berlubang.(Jum’at, 02/10/2026)

Bacaan Lainnya

 


Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai pemeliharaan, pengawasan serta langkah pengendalian hama yang dilakukan pihak pengelola kebun.

Serangan hama yang dibiarkan tanpa penanganan cepat berpotensi meluas dan dapat mengganggu kesehatan tanaman serta produktivitas Tandan Buah Segar (TBS). Karena itu, deteksi dini dan pengendalian secara berkala menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas perkebunan.

Persoalannya kini bukan sekadar tanaman yang rusak. Publik juga patut mempertanyakan bagaimana sistem pengawasan tanaman di tingkat afdeling dilakukan.

Apakah kondisi tersebut sudah diketahui pihak pengelola? Berapa luas areal yang terdampak? Apa langkah pengendalian yang telah dilakukan? Dan apakah ada evaluasi terhadap pola pemeliharaan tanaman di Afdeling V?

Pertanyaan tersebut penting karena areal perkebunan PTPN IV merupakan bagian dari aset perusahaan milik negara yang harus dikelola secara profesional dan bertanggung jawab.

Untuk memperoleh penjelasan berimbang, wartawan Infopersadanews.id telah berupaya mengonfirmasi Askep Hendrik ketaren mengenai kondisi tanaman dan dugaan serangan hama tersebut.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, tidak ada jawaban dari Askep Hendrik ketaren.

Konfirmasi kembali dikirim melalui pesan singkat. Pesan tersebut diketahui telah dibaca, tetapi tidak disertai respons ataupun penjelasan.

Sikap bungkam tersebut tentu menimbulkan pertanyaan. Sebab, penjelasan dari pihak pengelola sangat dibutuhkan agar masyarakat mengetahui apakah persoalan tersebut sudah ditangani atau justru belum mendapat perhatian serius.

Diam ketika persoalan pengelolaan aset negara dipertanyakan bukanlah jawaban.
Atas kondisi tersebut, manajemen PTPN IV Regional II diminta turun tangan dan melakukan evaluasi terhadap pengelolaan Afdeling V.

Evaluasi tidak hanya menyangkut kondisi tanaman, tetapi juga sistem pengawasan, pemeliharaan dan respons pejabat lapangan ketika terdapat persoalan yang berpotensi memengaruhi produktivitas kebun.

Jika dari hasil evaluasi ditemukan adanya kinerja yang tidak sesuai dengan standar perusahaan, maka manajemen perlu mengambil tindakan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Bila diperlukan, posisi Askep Hendrik ketaren juga patut dievaluasi, termasuk kemungkinan pergantian apabila hasil evaluasi perusahaan menunjukkan bahwa langkah tersebut diperlukan untuk memperbaiki kinerja Afdeling V.

Hal ini bukan persoalan pribadi, melainkan menyangkut profesionalisme pengelolaan aset BUMN serta upaya menjaga produktivitas perkebunan di Kabupaten Simalungun.

Manajemen jangan menunggu kerusakan tanaman semakin meluas. Pemeriksaan lapangan, pemetaan serangan hama dan langkah pengendalian perlu segera dilakukan secara serius.

Hingga berita ini diterbitkan, Askep Hendrik belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang telah disampaikan.

Infopersadanews.id membuka ruang seluas-luasnya bagi Askep Hendrik ketaren dan manajemen PTPN IV Regional II untuk memberikan klarifikasi terkait kondisi tanaman, luas areal terdampak, langkah pengendalian hama, serta sistem perawatan di Afdeling V.

Setiap klarifikasi yang disampaikan akan dimuat secara proporsional sebagai bagian dari prinsip pemberitaan berimbang.

Infopersadanews.id akan terus memantau dan mengawal pengelolaan aset BUMN demi kepentingan masyarakat dan kemajuan PTPN IV Regional II(Red)

 


Pos terkait

 


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *