Proyek Lining Irigasi Rp197,8 Juta di Bahalat Bayu Disorot, Diduga Dikerjakan Asal Jadi

banner 468x60

SIMALUNGUN —Infopersadanews.id

Proyek pembangunan Lining Jaringan Irigasi Tersier di Nagori Bahalat Bayu, Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, Kabupaten Simalungun, yang bersumber dari APBD Kabupaten Simalungun Tahun Anggaran 2026, mendapat sorotan dari masyarakat.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Proyek yang merupakan bagian dari kegiatan Optimasi Lahan Non Rawa di Simalungun tersebut berada di bawah naungan Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun. Dengan nilai pagu anggaran mencapai Rp197.800.000, pekerjaan dilaksanakan oleh Kelompok Tani Jaya Tani dengan cakupan area sekitar 43 hektare.

Namun, berdasarkan pantauan awak media di lokasi pada Senin (31/08/2026), kondisi pengerjaan memunculkan sejumlah pertanyaan terkait kualitas pekerjaan.

Di beberapa titik, pemasangan batu pasangan terlihat tidak diawali dengan galian pondasi yang memadai. Batu yang digunakan juga tampak berukuran cukup besar, bahkan diperkirakan mencapai diameter sekitar 39 sentimeter.

Selain itu, adukan semen yang digunakan pada sejumlah bagian terlihat relatif kering dan minim air. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap kualitas ikatan pasangan batu serta ketahanan konstruksi apabila tidak sesuai dengan spesifikasi teknis pekerjaan.

Anggaran Ratusan Juta Dipertanyakan

Masyarakat mempertanyakan pengawasan terhadap proyek yang menggunakan uang negara tersebut. Menurut warga, pembangunan jaringan irigasi seharusnya dikerjakan dengan memperhatikan mutu konstruksi karena menyangkut keberlangsungan pasokan air bagi lahan pertanian.

“Anggaran ratusan juta dari APBD Simalungun ini seharusnya dimaksimalkan untuk kepentingan petani. Jangan sampai anggaran besar turun ke daerah, tetapi pengerjaannya asal-asalan hanya demi menggugurkan kewajiban,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Jika konstruksi tidak dikerjakan sesuai spesifikasi teknis, bangunan irigasi dikhawatirkan tidak mampu bertahan dalam jangka panjang dan justru berpotensi menimbulkan pemborosan anggaran karena membutuhkan perbaikan kembali.

Dinas Pertanian Diminta Turun ke Lapangan

Masyarakat berharap Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun maupun instansi pengawasan terkait tidak hanya melakukan pengawasan secara administratif, tetapi turun langsung memeriksa kondisi fisik pekerjaan.

Pemeriksaan dinilai penting untuk memastikan apakah material, metode pemasangan, komposisi adukan, pondasi, dimensi bangunan serta seluruh pelaksanaan pekerjaan telah sesuai dengan RAB, gambar kerja dan spesifikasi teknis yang ditetapkan.

Apalagi proyek tersebut menggunakan dana APBD yang notabene berasal dari uang masyarakat. Karena itu, transparansi dan kualitas pekerjaan menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

Masyarakat juga meminta agar apabila ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, pihak terkait segera melakukan evaluasi dan meminta pihak pelaksana melakukan perbaikan sesuai ketentuan.

Ketua Kelompok Tani Belum Memberikan Tanggapan

Hingga berita ini dikirimkan ke meja redaksi, Ketua Kelompok Tani Jaya Tani belum memberikan jawaban atas konfirmasi yang disampaikan awak media terkait pelaksanaan proyek tersebut.

Redaksi juga membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak Kelompok Tani Jaya Tani maupun Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun untuk memberikan penjelasan mengenai spesifikasi teknis, metode pengerjaan, serta pengawasan proyek tersebut.

Publik kini menunggu: apakah proyek ini benar-benar telah dikerjakan sesuai standar teknis, atau justru ada persoalan kualitas yang perlu segera diperiksa oleh instansi berwenang?

(A.S)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *