PACS Desak Pemkab Simalungun dan Pemko Pematangsiantar Abadikan Nama dr. Djasamen Saragih, Usulkan Patung hingga Nama Jalan

banner 468x60

 

Pematangsiantar | Infopersadanews.id

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Pemangku Adat dan Cendekiawan Simalungun (PACS) secara resmi mendorong Pemerintah Kabupaten Simalungun dan Pemerintah Kota Pematangsiantar untuk segera mengabadikan nama dr. Djasamen Saragih, dokter pertama dari suku Simalungun, melalui pembangunan patung, penamaan jalan, hingga penamaan gedung pemerintahan.
Usulan tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Gedung Serbaguna Kantor Wali Kota Pematangsiantar, Jumat (31/7/2026).
Kegiatan itu dihadiri keluarga besar dr. Djasamen Saragih, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta unsur Forkopimda Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun.

Ketua Umum PACS, dr. Sarmedi Purba, mengatakan FGD ini merupakan langkah awal menjelang peresmian makam dr. Djasamen Saragih di Pematang Raya yang dijadwalkan dilakukan oleh Bupati Simalungun pada Selasa (4/8/2026).
Dalam forum tersebut, PACS mengusulkan agar Pemerintah Kabupaten Simalungun memberikan nama dr. Djasamen Saragih pada salah satu gedung perkantoran di lingkungan Pemkab Simalungun.

“Kami juga mengusulkan agar dibangun patung dr. Djasamen Saragih di kompleks RS dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar sebagai bentuk penghormatan atas jasa beliau terhadap dunia kesehatan dan masyarakat Simalungun,” ujar dr. Sarmedi Purba.

Mewakili keluarga, Jaermin Pertra Jaya Saragih menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya FGD tersebut. Menurutnya, forum ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kembali sosok dr. Djasamen Saragih kepada masyarakat, khususnya generasi muda, sebagai dokter pertama dari suku Simalungun yang telah memberikan pengabdian besar bagi daerah.

Sementara itu, mewakili Ketua DPRD Pematangsiantar, Nurlela Sikumbang, SH, berharap FGD melahirkan rekomendasi yang dapat memperkaya sejarah dan budaya daerah.
“Forum ini menjadi bagian dari upaya menjaga nilai-nilai perjuangan dr. Djasamen Saragih agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi penerus,” ujarnya.

Ketua Panitia, Rohdian Purba, S.Si., M.Si., menjelaskan bahwa FGD bertujuan mengenang sekaligus memperkenalkan lebih dekat sosok dr. Djasamen Saragih beserta ayahandanya, Djaudin Saragih. Hasil diskusi nantinya akan diterbitkan dalam bentuk buku sebagai dokumentasi sejarah.

Selain itu, FGD menghasilkan sejumlah rekomendasi, di antaranya pemberian nama dr. Djasamen Saragih pada salah satu gedung perkantoran Pemerintah Kabupaten Simalungun di Pematang Raya, penamaan salah satu ruas jalan di ibu kota kabupaten menjadi Jalan dr. Djasamen Saragih, serta pembangunan patung dr. Djasamen Saragih di kompleks RS dr. Djasamen Saragih yang direncanakan mulai direalisasikan tahun ini.

PACS berharap seluruh rekomendasi tersebut tidak berhenti sebagai hasil diskusi semata, tetapi segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah. Mengingat besarnya jasa dr. Djasamen Saragih dalam dunia kesehatan dan sejarah masyarakat Simalungun, penghormatan melalui pengabadian nama dan pembangunan monumen dinilai menjadi langkah nyata untuk menjaga warisan sejarah bagi generasi mendatang.(Red)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *