Pengaplikasian Tangkos tak sesuai porsi TBM di PTPN IV regional II Unit kebun Gunung Bayu terancam pertumbuhan buruk

 


 

Simalungun||Infopersadanews.id

Bacaan Lainnya

 


Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) di PTPN IV regional II Unit kebun Gunung Bayu terancam tidak tumbuh secara serentak. Hal ini diduga akibat pengaplikasian Tangkos terhadap pokok sawit TBM tak sesuai porsi yang telah ditentukan. Seperti yang berada di areal HGU afdeling 5, yang berdekatan dengan kampung Huta II panggalangan, Kecamatan Bosar Maligas, kabupaten Simalungun.

Amatan dilokasi pemberian Tangkos hanya sekitar 10 Tangkos per pokoknya. Padahal menurut salah seorang pekerja yang ditemui dilokasi mengatakan bahwa pengaplikasian tangkos seharusnya mencapai 250 kg setiap pokoknya, Pekerja yang mengaku karyawan harian di afdeling 5 tersebut saat ditemui dilokasi yang tidak mau namanya disebut mengatakan ” sepuluh janjangan kosong per pokok pak, itu perintah Mabes, saya dibayar 1000 rupiah per pokok, saya pun hanya disuruh menghamparkan yang sebelah sini, kalau yang disebelah sana saya tidak tau, soalnya tidak ada Tangkos nya, harusnya TBM berumur seperti ini sudah diberikan tangkos, tapi disini, ya gak taulah.”. Ucap buruh harian , yang tampak sudah tua tersebut.

Keadaan tersebut dapat mengacam pertumbuhan pokok sawit TBM. Tandan kosong kelapa sawit merupakan bahan organik mengandung sumber hara yang cukup tinggi bagi tanah dan tanaman kelapa sawit. Bahan organik tersebut mempunyai peran penting dalam tanah yaitu dapat memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah.  Pemberian Tangkos (Tandan Kosong Kelapa Sawit) yang tidak sesuai porsi—baik terlalu sedikit maupun berlebihan—dapat memberikan dampak buruk bagi tanaman kelapa sawit dan kondisi tanah.

Untuk mendapatkan informasi yang akurat terkait pengaplikasian tangkos di areal TBM PTPN IV regional II Unit kebun Gunung Bayu awak media melakukan konfirmasi ke kantor afdeling dengan menemui beberapa orang yang sedang berkumpul di teras kantor namun ketika ditanyai keberadaan asisten tanaman di afdeling tersebut beberapa orang tersebut mengatakan” Tidak ada asisten disini pak, kami tidak tau kemana, saya nasib centeng dikebun ini, kalau mau konfirmasi ke askep atau manager saja pak, itu bukan urusan kami menjawabnya ucap nasib yang mengaku centeng dikebun tersebut.

Asisten kepala (Askep) Herry Wahyudi yang dikonfirmasi melalui pesan aplikasi WhatsApp hingga rilis dikirim ke meja redaksi belum memberikan konfirmasi. Terpisah Manager kebun Abdi Sinaga yang dikonfirmasi melalui pesan singkat aplikasi WhatsApp, kontak wartawan telah diblokir Manager, dengan minimnya keterbukaan informasi diareal BUMN tersebut bahkan hingga melakukan pemblokiran kontak komunikasi semakin menaruh kecurigaan mendalam ada apa sebenarnya Dengan pengelolaan TBM di PTPN IV regional II Unit kebun Gunung Bayu..(A.S)

 


Pos terkait

 


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *