Jalan Rabat Beton Nagori Partimbalan Baru Seumur Jagung Sudah Berlubang, Pangulu Bungkam Saat Dikonfirmasi

banner 468x60

 

SIMALUNGUN | Infopersadanews.id –

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Proyek pembangunan rabat beton di Nagori Partimbalan, Kecamatan Bandar Masilam, Kabupaten Simalungun, menuai sorotan. Pasalnya, jalan yang baru selesai dikerjakan melalui Dana Desa Tahun Anggaran 2026 itu diduga sudah mengalami kerusakan meski belum lama selesai dibangun.(Senin, 15/06/2026)

Berdasarkan pantauan di lapangan, permukaan rabat beton tampak berlubang dan menunjukkan indikasi penurunan kualitas konstruksi. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar dari masyarakat terkait mutu pekerjaan yang menghabiskan anggaran puluhan juta rupiah tersebut.
Pada papan informasi proyek tertulis pekerjaan rabat beton dengan volume 103 meter x 3 meter x 0,15 meter, bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2026 dengan nilai mencapai sekitar Rp86,3 juta.

Ironisnya, proyek yang seharusnya memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat itu justru diduga tidak bertahan lama. Muncul dugaan adanya pengurangan material atau tidak sesuainya spesifikasi teknis dalam pelaksanaan pekerjaan demi meraup keuntungan lebih besar.

Ketika dikonfirmasi terkait kondisi jalan tersebut, Pangulu Nagori Partimbalan memilih bungkam. Pesan konfirmasi yang dikirim awak media diketahui telah dibaca, namun hingga berita ini diterbitkan tidak ada tanggapan maupun klarifikasi yang diberikan.

Sikap diam tersebut justru semakin memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat. Sebab, sebagai penanggung jawab penggunaan Dana Desa, Pangulu memiliki kewajiban moral dan administratif untuk menjelaskan kondisi proyek yang menggunakan uang rakyat.

 

Jika benar terjadi pengurangan volume maupun material pekerjaan, maka hal tersebut berpotensi merugikan keuangan negara dan dapat masuk dalam kategori penyimpangan anggaran. Karena itu, aparat pengawas internal pemerintah, Inspektorat Kabupaten Simalungun, hingga aparat penegak hukum diminta turun tangan melakukan pemeriksaan terhadap proyek tersebut.

Masyarakat berharap audit lapangan segera dilakukan untuk mengukur ketebalan beton, kualitas material, serta kesesuaian pekerjaan dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Jangan sampai Dana Desa yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat justru menjadi ladang mencari keuntungan segelintir pihak.

“Baru selesai dikerjakan sudah muncul lubang. Wajar jika publik bertanya, apakah kualitas pekerjaan memang sesuai spesifikasi atau ada yang dikurangi?” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Hingga berita ini ditayangkan, Pangulu Nagori Partimbalan belum memberikan hak jawab maupun klarifikasi atas dugaan tersebut.(Red)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *