SIMALUNGUN | INFOPERSADANEWS.ID —
Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) seharusnya menjadi investasi masa depan perusahaan. Namun apa jadinya jika tanaman muda justru “bertarung” dengan gulma, mucuna merambat liar, hingga kondisi pemeliharaan terlihat tidak seragam?
Kondisi tersebut ditemukan wartawan Infopersadanews.id saat melakukan penelusuran lapangan, Rabu (7/10/2026), di areal TBM Tahun Tanam 2025 Afdeling IV Kebun Padang Matinggi (PDM), PTPN IV PalmCo Regional II, tepatnya kawasan teresan/perbukitan sekitar satu kilometer dari kantor afdeling, Nagori Riah Naposo, Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun.
Temuan lapangan tersebut sontak memunculkan pertanyaan serius mengenai efektivitas pemeliharaan, pengawasan pekerjaan hingga realisasi anggaran perawatan TBM.
Pasalnya, di sejumlah titik, gulma terlihat tumbuh lebat. Bahkan ada yang lebih tinggi dari tanaman sawit dan sebagian terlihat melebihi tinggi orang dewasa.
Lantas, kalau anggaran perawatan sudah disiapkan, mengapa tanaman masih terlihat seperti dibiarkan berjuang sendiri?
MUCUNA MERAMBAH, SAWIT MUDA TERDESAK
Yang lebih mencolok, tanaman mucuna terlihat merambat dan menutupi sebagian tanaman sawit.
Sulur mucuna tampak menjalar hingga menimpa tanaman pada sejumlah titik.
Kondisi ini tentu membutuhkan penjelasan teknis dari pihak perkebunan.
Apakah pengendalian mucuna telah dilakukan secara rutin?
Kapan terakhir dilakukan perawatan?
Dan yang paling penting, apakah seluruh pekerjaan pemeliharaan yang tercatat dalam laporan benar-benar telah dilaksanakan di lapangan?
ANEH! DEKAT JALAN LEBIH BERSIH, MASUK TERESAN MALAH BERBEDA
Investigasi Infopersadanews.id juga menemukan kondisi yang tidak seragam antara areal di sekitar jalan dengan kawasan teresan.
Di sekitar jalan, kondisi relatif lebih bersih. Bahkan terlihat hamparan puluhan kilogram pupuk tankos.
Namun ketika masuk ke kawasan teresan/perbukitan, kondisi terlihat berbeda.
Di beberapa titik, tankos tidak terlihat, sementara di lokasi lain justru ditemukan tumpukan tankos yang masih berada di sekitar tanaman.
Perbedaan tersebut patut mendapat penjelasan dari manajemen.
Apakah distribusi tankos sudah sesuai kebutuhan setiap blok?
Apakah seluruh volume yang direncanakan telah diaplikasikan?
Atau justru ada persoalan dalam distribusi dan pengawasan?
DAUN SAWIT MENGUNING, PEMUPUKAN DIPERTANYAKAN
Sejumlah tanaman sawit juga terlihat mengalami perubahan warna daun hingga menguning.
Memang, secara teknis kondisi tersebut bisa disebabkan berbagai faktor agronomis dan tidak otomatis membuktikan kekurangan pupuk.
Namun ketika temuan tersebut muncul bersamaan dengan kondisi pemeliharaan yang dinilai tidak seragam, pihak perkebunan perlu memberikan penjelasan teknis.
Sebab tanaman muda merupakan aset yang kelak diharapkan menghasilkan produksi bagi perusahaan.
GULMA MENGGANAS, ANGGARAN CHEMIS DIPERTANYAKAN
Hal yang paling mengundang perhatian adalah kondisi gulma di sejumlah areal.
Jika pekerjaan chemis telah direncanakan dan dilaksanakan secara rutin, kondisi tersebut layak dievaluasi.
Pertanyaannya sederhana:
Berapa anggaran pemeliharaan yang dialokasikan?
Berapa volume pekerjaan yang direncanakan?
Berapa yang sudah direalisasikan?
Siapa yang melakukan pengawasan?
Dan siapa yang melakukan verifikasi bahwa pekerjaan benar-benar selesai di lapangan?
Pertanyaan tersebut bukan tuduhan.
Namun kondisi fisik lapangan menjadi alasan kuat agar manajemen melakukan pemeriksaan dan mencocokkannya dengan dokumen administrasi.
Jika laporan pekerjaan sesuai kondisi lapangan, maka tentu mudah untuk dijelaskan.
Namun jika ditemukan perbedaan antara laporan dan fakta, maka audit internal maupun pemeriksaan pihak berwenang patut dipertimbangkan.
PROGRAM DIRUT PTPN IV PALMCO JATMIKO KRISNA SANTOSO DIUJI DI KEBUN
Kondisi TBM Afdeling IV Kebun PDM ini menjadi salah satu ujian terhadap implementasi program dan kebijakan Dirut PTPN IV PalmCo Jatmiko Krisna Santoso.
Sebab berbicara tentang tata kelola, operational excellence dan peningkatan produktivitas tidak cukup hanya melalui rapat dan laporan.
Program harus terlihat hasilnya di lapangan.
Tanaman tidak bisa diajak rapat.
Gulma tidak bisa ditutupi dengan laporan.
Dan kondisi kebun tidak bisa dibantah hanya dengan angka di atas kertas.
Kalau laporan mengatakan pemeliharaan berjalan, masyarakat dan perusahaan berhak melihat bukti fisiknya.
“DANA PERAWATAN KE MANA?”
Temuan ini belum dapat dijadikan kesimpulan bahwa telah terjadi korupsi atau penyalahgunaan anggaran.
Namun pertanyaan mengenai realisasi dan efektivitas anggaran perawatan sangat wajar diajukan.
Karena itu, manajemen PTPN IV PalmCo Regional II diminta transparan mengenai:
• Anggaran pemeliharaan TBM
• Realisasi pekerjaan chemis
• Penggunaan bahan
• Distribusi pupuk/tankos
• Jadwal pemeliharaan
• Laporan pekerjaan
• Pengawasan Asisten dan Krani
• Serta hasil evaluasi kondisi tanaman.
Jika seluruh pekerjaan benar-benar telah dilaksanakan, tunjukkan datanya dan jelaskan kepada publik.
ASISTEN AFDELING IV TAK BERADA DI KANTOR
Saat wartawan mendatangi Kantor Afdeling IV pada Rabu (7/10/2026) untuk meminta klarifikasi, Binsar Nababan selaku Asisten Afdeling IV tidak berada di kantor.
Menurut salah seorang pelayan kantor, Asisten bersama Krani sedang mengikuti rapat di kantor sentral.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Afdeling IV belum memberikan penjelasan langsung mengenai kondisi TBM tersebut.
Infopersadanews.id memberikan ruang klarifikasi dan hak jawab kepada Binsar Nababan selaku Asisten Afdeling IV, manajemen Kebun Padang Matinggi, PTPN IV PalmCo Regional II maupun pihak terkait lainnya.
Kami menegaskan bahwa temuan lapangan bukanlah vonis.
Namun apabila ditemukan ketidaksesuaian antara laporan pekerjaan dengan kondisi fisik tanaman, maka hal tersebut menjadi kewenangan manajemen untuk melakukan evaluasi dan, apabila diperlukan, pemeriksaan lebih lanjut.
Media Infopersadanews.id akan terus memantau dan mengawal persoalan ini demi kepentingan perusahaan dan masyarakat.
Sebab yang dipertaruhkan bukan sekadar rumput yang tinggi atau mucuna yang merambat.
Yang dipertaruhkan adalah uang perusahaan, masa depan tanaman, produktivitas kebun, dan kredibilitas tata kelola PTPN IV PalmCo.
Kalau memang tidak ada masalah, buka data dan jawab!
Kalau ada ketidaksesuaian, perbaiki dan tindak!
Jangan sampai TBM tumbuh di tengah gulma, sementara laporan pemeliharaan tumbuh subur di atas meja.(Red)







