Simalungun||Infopersadanews.id
Kinerja Management karyawan pimpinan di di PTPN IV regional II Unit kebun Gunung Bayu menuai sorotan. Hal tersebut akibat adanya tumpukan janjangan kosong (Jangkos) hingga membusuk di areal TBM di afdeling 5 yang berdekatan dengan jalan Huta 2 menuju panggalangan di Kecamatan Bosar Maligas. Kab Simalungun.
Dalam pengelolaan sarana pemeliharaan TBM Jangkos (janjang kosong) kelapa sawit memiliki kegunaan yang sangat krusial pada masa TBM (Tanaman Belum Menghasilkan), terutama untuk merangsang pertumbuhan vegetatif sawit muda dan menghemat biaya perawatan
Namun penggadaan Jangkos di PTPN IV regional II Unit kebun Gunung Bayu diduga fiktif, karena sekitar ratusan hektare TBM sawit milik plat merah tersebut tidak ditemukan adanya pengaplikasian Jangkos,
Salah seorang karyawan yang tidak mau namanya dimuat ditemui dilokasi sedang melakukan aktivitas mengarit rumput disekitaran areal TBM mengatakan ” ini belum seberapa pak, coba masuk kedalam lagi ada banyak Jangkos yang dibiarkan hingga membusuk, lihat saja pak, bahkan sudah ditumbuhi rumput liar, serunya ketika tanyain wartawan diareal TBM 1 milik perkebunan PTPN IV Palmco tersebut.
Amatan dilokasi Rabu (7/10/2026)ratusan ton tumpukan Jangkos yang akan diaplikasikan ke ribuan pokok sawit TBM ditemukan membusuk hingga diselimuti gulma dan tidak di aplikasikan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.
Kondisi ini dapat merugikan PTPN IV Palmco dimana selain pertumbuhan TBM menjadi tidak vegetatifi, anggaran yang dikucurkan terbuang begitu saja. Selain itu terlihat jelas tumpukan Jangkos yang anggarannya sudah disalurkan, menumpuk secara tidak beraturan, temuan ini menimbulkan kekhawatiran, pemberian Jangkos pada TBM sangat besar manfaatnya untuk mendukung pertumbuhan vegetatif sawit muda, yang pengadaannya menggunakan anggaran milik perusahaan negara.
Lemahnya pengawasan jajaran karpim mulai dari asisten afdeling, Askep, hingga Manager menjadi faktor yang memungkinkan praktik ini berlangsung. Padahal, mereka memiliki tanggung jawab penuh untuk memantau dan memastikan setiap pekerjaan berjalan sesuai ketentuan kontrak dan peraturan yang berlaku. Manager kebun unit Gunung Bayu Abdi Sinaga yang dikonfirmasi melalui pesan aplikasi WhatsApp dengan mengirimkan video namun sangat disayangkan pesan yang dikirimkan tampak hanya ceklis satu, diduga kontak wartawan telah diblokir. Asisten Kepala Rayon B Herry Wahyudi yang dikonfirmasi melalui panggilan WhatsApp dan pesan aplikasi WhatsApp hingga informasi ini dipublish lebih memilih bungkam dan tidak menjawab konfirmasi.
Kinerja Pengawasan distrik diragukan
Dalam hal tersebut kinerja dari pengawasan Distrik 1 Bah Jambi perlu dipertanyakan karena Tugas utama Distrik Perkebunan kepada unit-unit di bawahnya difokuskan pada fungsi pengawasan, pembinaan, koordinasi, dan kendali mutu operasional agar sejalan dengan target korporasi.
Mirisnya ketika keadaan TBM disampaikan melalui pesan singkat aplikasi WhatsApp kepada GM Masaeli lahagu bukanya mendapatkankan informasi melainkan kontak wartawan langsung diblokir GM distrik 1 Bah Jambi tersebut.
Pemeriksaan internal sangat dibutuhkan untuk segera turun tangan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terkait pengelolaan anggaran TBM. Untuk itu SPI (Satuan Pengawasan Intern) diminta bekerja secara serius dalam melakukan pengawasan, audit anggaran , dan audit operasional yang telah dikucurkan di PTPN IV regional II Unit kebun Gunung Bayu.
Copot Askep dan Manager kebun
Pemerhati perkebunan Kabupaten Simalungun R.Gultom yang dimintai tanggapannya terkait buruknya pengelolaan pemeliharaan TBM di perkebunan PTPN IV regional II Unit kebun Gunung Bayu mendesak pimpinan Regional II segera mengevaluasi kinerja daripada Asisten Kepala dan Manager kebun, ” Ketika program pemeliharaan Tanaman tidak berjalan dengan baik yang bertanggung jawab adalah karpim ataupun atasan daripada kebun itu sendiri, jadi ketika program tidak berjalan sesuai SOP maka pimpinan Unit perlu dicopot dan diganti, jangan hanya duduk diruangan ber AC dong, terima laporan administrasi tapi harus turun dan cek kinerja dibawah, itukan sudah diamanahkan kepada pimpinan perusahaan”, tegas pria yang kerap disapa RG tersebut. (A.S)







