SIMALUNGUN | INFOPERSADANEWS.ID
Polemik dugaan setoran uang dalam proses pengangkatan Gamot di Kecamatan Panei Tongah semakin memanas. Setelah sebelumnya beredar rekaman percakapan yang diduga melibatkan Camat Panei Tongah terkait nominal uang belasan juta rupiah, kini muncul dugaan adanya intimidasi terhadap pihak-pihak yang mengetahui persoalan tersebut.(Senin, 01/06/2026)
Ironisnya, alih-alih memberikan klarifikasi terbuka kepada masyarakat atas rekaman yang telah beredar luas, Camat Panei Tongah justru disebut lebih memilih langkah konfrontatif terhadap media yang memberitakan dugaan tersebut. Bahkan nomor wartawan yang melakukan konfirmasi dikabarkan diblokir, sementara ancaman menempuh jalur hukum juga sempat disampaikan.
Sikap tersebut menimbulkan pertanyaan publik. Jika memang tidak ada persoalan, mengapa klarifikasi yang transparan tidak menjadi pilihan utama?
Di tengah ramainya pemberitaan, mantan calon Gamot yang diduga mengetahui aliran dana hingga kini masih enggan menunjukkan bukti transfer yang disebut-sebut ada. Kondisi ini memunculkan dugaan adanya tekanan atau intimidasi yang membuat mereka takut berbicara secara terbuka.
Tidak hanya itu, berdasarkan informasi yang diterima media ini, diduga ada oknum perangkat desa yang ikut melakukan tekanan terhadap calon tertentu agar tidak membuka persoalan tersebut kepada publik maupun aparat yang berwenang.
Sorotan utama tetap tertuju pada rekaman percakapan yang telah beredar. Dalam rekaman tersebut terdengar percakapan yang diduga melibatkan Camat Panei Tongah.
“Kalau ada bayar Rp12 juta?”
Kemudian dijawab:
“Kami Rp13 juta, kalau ada Rp14 juta kami Rp15 juta.”
Lalu terdengar kembali pernyataan:
“Oke, udah jelaslah kau.
Nanti aku ngatur. Biarkan kumainkan permainan ini. Tapi saya bilang sama kalian, saya tidak mau ribut-ribut.
Jangan sampai masalah ini sampai sama Bupati ataupun Sekda. Gara-gara Rp15 juta rusak aku.”
Pernyataan dalam rekaman tersebut menjadi perhatian serius masyarakat. Sebab jika rekaman itu benar adanya, maka persoalan ini bukan lagi sekadar isu biasa, melainkan menyangkut integritas pelayanan publik dan proses pengangkatan perangkat desa.
Masyarakat pun mempertanyakan mengapa hingga saat ini belum ada langkah terbuka untuk menjelaskan isi rekaman tersebut kepada publik. Sebaliknya, yang muncul justru dugaan intimidasi, tekanan terhadap saksi, hingga upaya membungkam informasi.
“Kalau memang tidak ada masalah, buka saja semuanya secara terang-benderang. Jangan masyarakat dibuat bertanya-tanya,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan.
Media Infopersadanews.id menilai persoalan ini perlu mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Simalungun. Apalagi nama Bupati dan Sekda sempat disebut dalam percakapan yang beredar.
Untuk itu, dalam waktu dekat Infopersadanews.id akan menyampaikan laporan dan bahan informasi yang dimiliki kepada Bupati Simalungun melalui Sekretaris Daerah (Sekda) agar dilakukan penelusuran serta klarifikasi secara menyeluruh.
Masyarakat berharap pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap persoalan yang telah menjadi konsumsi publik. Transparansi, keberanian mengungkap fakta, serta perlindungan terhadap pihak-pihak yang memberikan informasi menjadi kunci agar kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan tetap terjaga.
Jika dugaan setoran dan intimidasi ini benar terjadi, maka yang dirugikan bukan hanya para calon Gamot, melainkan juga masyarakat Simalungun yang mendambakan pemerintahan bersih, jujur, dan bebas dari praktik-praktik yang mencederai kepercayaan publik.
Infopersadanews.id akan terus mengawal kasus ini hingga terang benderang demi kepentingan masyarakat dan kemajuan Kabupaten Simalungun.(Red)







