SIMALUNGUN –Infopersadanews.id
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun terus memperkuat sektor pertanian melalui berbagai program strategis guna mendukung ketahanan pangan nasional. Mulai dari pembangunan infrastruktur pertanian, penyaluran alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga bantuan benih unggul dan pupuk bersubsidi, berbagai upaya dilakukan untuk mendorong produktivitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Komitmen tersebut dijalankan melalui Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun dengan menyasar kebutuhan mendasar para petani, mulai dari kemudahan akses menuju lahan, ketersediaan air, hingga dukungan sarana produksi dan penanganan hasil panen.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun, Jenri Saragih, SP, MSi, menyampaikan hal itu saat ditemui di ruang kerjanya di Pamatang Raya, Sumatera Utara, Senin (30/9/2026).
Menurut Jenri, sektor pertanian memiliki peran penting dalam menopang perekonomian masyarakat Simalungun. Sekitar 60 persen masyarakat di daerah tersebut menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian.
“Karena itu, kami terus berupaya memperbaiki sarana dan prasarana pertanian sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional,” ujar Jenri.
Perkuat Infrastruktur, Permudah Akses Petani
Salah satu langkah yang dilakukan Dinas Pertanian adalah pembangunan dan peningkatan jalan usaha tani di 38 titik yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Simalungun.
Pembangunan tersebut diharapkan dapat memperlancar akses petani menuju lahan pertanian, mempermudah mobilitas sarana produksi, serta mempercepat pengangkutan hasil panen.
Selain jalan usaha tani, pemerintah daerah juga melaksanakan pembangunan saluran irigasi tersier di sejumlah lokasi. Infrastruktur ini diharapkan membantu kelancaran distribusi air ke lahan pertanian sehingga kebutuhan pengairan dapat terpenuhi dengan lebih baik.
Dinas Pertanian juga membangun sumur bor di 12 titik sebagai upaya membantu petani menghadapi keterbatasan air, terutama di wilayah yang rentan mengalami kekeringan saat musim kemarau.
Dengan dukungan infrastruktur tersebut, kegiatan pertanian diharapkan semakin efektif dan risiko hambatan produksi akibat keterbatasan akses maupun air dapat diminimalkan.
Puluhan Alsintan Disalurkan untuk Dukung Produktivitas
Selain infrastruktur, modernisasi pertanian menjadi salah satu perhatian Pemkab Simalungun. Melalui Dinas Pertanian, bantuan alat dan mesin pertanian disalurkan untuk membantu kelompok tani dalam mengolah lahan dan menangani hasil produksi.
Adapun bantuan alsintan yang disalurkan meliputi:
30 unit hand traktor;
2 unit traktor besar roda empat;
30 unit mobile sheller atau mesin pemipil jagung; dan
20 unit kultivator untuk membantu pengolahan tanah.
Menurut Jenri, bantuan tersebut diberikan berdasarkan usulan kelompok tani yang selanjutnya melalui proses verifikasi sesuai ketentuan.
“Alat-alat ini diberikan berdasarkan usulan yang diajukan kelompok tani kepada pemerintah untuk dilakukan verifikasi. Kami mengimbau kepada seluruh petani agar terdaftar dalam kelompok tani agar dapat memperoleh manfaat program ini,” tegasnya.
Ia menambahkan, keterlibatan kelompok tani menjadi salah satu bagian penting dalam memastikan bantuan dapat disalurkan sesuai kebutuhan dan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pertanian.
Di samping bantuan alsintan, Dinas Pertanian juga menyalurkan benih unggul dan pupuk bersubsidi guna membantu petani memenuhi kebutuhan sarana produksi.
Pemkab Simalungun turut menjalin koordinasi dengan berbagai pihak serta melibatkan pengawasan dari instansi terkait untuk mendukung pelaksanaan program, baik dalam pembangunan infrastruktur maupun penyaluran bantuan pertanian.
Padi dan Jagung Didukung Penyerapan Bulog
Tidak hanya mendorong peningkatan produksi, pemerintah daerah juga berupaya membantu petani dalam pemasaran hasil panen.
Jenri menjelaskan, komoditas padi dan jagung menjadi dua komoditas utama yang mendapat dukungan penyerapan melalui kerja sama dengan Perum Bulog.
Menurutnya, penyerapan hasil panen dilakukan dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku, termasuk persyaratan mutu dan kadar air komoditas.
“Pemerintah siap menampung hasil panen kedua komoditas ini sebanyak apa pun,” jelas Jenri.
Sementara itu, untuk komoditas pertanian lainnya, harga jual mengikuti perkembangan pasar yang berlaku.
Dukungan terhadap penyerapan hasil panen diharapkan dapat memberikan kepastian pasar bagi petani, sekaligus mendorong mereka untuk terus meningkatkan produksi dan menjaga kualitas hasil pertanian.
Harapan untuk Pertanian Simalungun yang Semakin Maju
Melalui pembangunan infrastruktur, penyaluran alsintan, bantuan sarana produksi, serta dukungan penyerapan hasil panen, Pemkab Simalungun berharap sektor pertanian semakin berkembang dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Berbagai program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga memperkuat posisi Simalungun sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Sumatera Utara.
Dengan dukungan pemerintah dan keterlibatan aktif kelompok tani, pembangunan pertanian di Kabupaten Simalungun diharapkan berjalan berkelanjutan, sehingga kesejahteraan petani meningkat dan kontribusi daerah terhadap ketahanan pangan nasional semakin kuat.
(ADV Pemkab Simalungun)







