Slogan”BERANI” Berhenti di Pagar Kantor? Warga Tunggu Ketegasan Bupati Simalungun Soal Sungai Bah Toru

 


SIMALUNGUN —Infopersadanews.id

Slogan keberanian yang pernah digaungkan dalam perjalanan politik menuju kepemimpinan Kabupaten Simalungun kini kembali diuji di tengah keresahan masyarakat.

Bacaan Lainnya

 


Persoalan Sungai Bah Toru bukan lagi sekadar persoalan aliran air. Bagi warga, sungai merupakan bagian dari ruang hidup yang harus dijaga dari potensi pencemaran maupun aktivitas yang dapat merugikan masyarakat.

Sejumlah warga mengeluhkan munculnya persoalan di sekitar aliran sungai dan mempertanyakan sejauh mana pemerintah daerah melakukan pengawasan terhadap aktivitas usaha di wilayah tersebut.

“Kami masyarakat hanya ingin pemerintah turun dan melihat langsung. Kalau memang tidak ada masalah, sampaikan kepada masyarakat. Kalau ada yang melanggar, tegur dan tindak sesuai aturan,” keluh warga.

Warga juga mempertanyakan apakah Bupati Simalungun maupun Pemerintah Kabupaten Simalungun berani memberikan teguran keras apabila hasil pemeriksaan nantinya menemukan adanya pelanggaran lingkungan.

Pertanyaan warga kini semakin mengarah kepada Bupati Simalungun.

Apakah slogan keberanian yang pernah digaungkan saat kampanye hanya berhenti sebagai slogan politik, atau benar-benar diwujudkan dalam tindakan ketika masyarakat membutuhkan pemerintah?

Masyarakat menunggu langkah konkret Pemkab Simalungun.

Bukan sekadar rapat.

Bukan sekadar turun mengambil dokumentasi.

Tetapi pemeriksaan yang transparan, hasil yang jelas, serta tindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran.

Jika aktivitas perusahaan dinyatakan telah sesuai ketentuan, pemerintah juga berkewajiban menjelaskan dasar dan hasil pemeriksaannya kepada masyarakat.

Sebaliknya, jika ditemukan pelanggaran, warga mempertanyakan apakah Pemkab Simalungun berani memberikan teguran keras dan mengambil tindakan sesuai kewenangan serta ketentuan hukum yang berlaku.

“BERANI” JANGAN BERHENTI DI PAGAR KANTOR

Publik tentu masih mengingat narasi keberanian yang menjadi bagian dari semangat perubahan pemerintahan baru Simalungun.

Kini masyarakat menunggu pembuktiannya.

Sebab keberanian pemerintah bukan hanya ketika berbicara di depan masyarakat, tetapi ketika berhadapan dengan persoalan nyata yang menyangkut kepentingan masyarakat.

Sungai Bah Toru harus menjadi perhatian serius.

Jangan sampai masyarakat terus mengeluh sementara birokrasi hanya menunggu laporan demi laporan.

Kalau pemerintah memang berani, masyarakat ingin melihat keberanian itu turun langsung ke lapangan.

PT SATWA KARYA PRIMA MASIH DITUNGGU KLARIFIKASINYA

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, PT Satwa Karya Prima belum memberikan klarifikasi maupun hak jawab atas sejumlah pertanyaan yang telah disampaikan redaksi terkait persoalan yang menjadi perhatian masyarakat.

Redaksi menegaskan, tidak adanya jawaban dari perusahaan bukan berarti perusahaan dinyatakan bersalah.

Infopersadanews.id tetap membuka ruang hak jawab dan hak koreksi bagi PT Satwa Karya Prima maupun pihak terkait sesuai prinsip-prinsip pers yang berlaku.

MASYARAKAT MENUNGGU

Kini masyarakat tidak hanya menunggu jawaban perusahaan.

Masyarakat juga menunggu sikap Bupati dan Pemkab Simalungun.

Apakah pemerintah akan turun langsung?

Apakah akan dilakukan pemeriksaan terhadap kondisi Sungai Bah Toru?

Apakah perusahaan akan dipanggil?

Dan apabila ditemukan pelanggaran, apakah pemerintah benar-benar berani memberikan teguran keras serta tindakan sesuai aturan?

Pertanyaan itu kini berada di meja Pemerintah Kabupaten Simalungun.

Jangan biarkan “BERANI” hanya terpampang sebagai slogan. Buktikan bahwa keberanian itu benar-benar hadir ketika masyarakat membutuhkan.

Infopersadanews.id akan terus memantau dan mengawal perkembangan persoalan ini demi kepentingan masyarakat Simalungun.

(Red/Tim Infopersadanews.id)

 


Pos terkait

 


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *