Proyek Irigasi Tanpa Plang di Mekar Bahalat Disorot Warga, Transparansi Dipertanyakan

 


SIMALUNGUN | Infopersadanews.id —

Proyek fisik pembangunan irigasi di Nagori Mekar Bahalat, Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, Kabupaten Simalungun, menuai sorotan warga. Pasalnya, pekerjaan tersebut diduga tidak dilengkapi papan informasi proyek di lokasi.

Bacaan Lainnya

 


Kondisi ini menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat. Warga mengaku tidak mengetahui sumber anggaran, nilai kontrak, siapa rekanan pelaksana, hingga batas waktu penyelesaian pekerjaan.

“Kami tidak tahu proyek ini anggarannya berapa, sampai kapan dikerjakan dan siapa yang mengerjakannya. Tidak ada papan nama proyek yang dipasang di lokasi. Tiba-tiba sudah ada pekerjaan fisik,” ujar salah seorang warga yang ditemui di sekitar lokasi, Jumat (11/09/2026).

Pantauan di lokasi, tampak sejumlah pekerja sedang melakukan aktivitas pengerjaan konstruksi irigasi. Warga menyebut pekerjaan tersebut masih akan dilanjutkan ke bagian atas lokasi.

“Lanjutan pekerjaannya nanti di atas sana, Pak,” ujar warga sembari menunjukkan arah lokasi pekerjaan.

Selain persoalan transparansi, warga juga menyoroti aspek keselamatan kerja. Di lokasi, pekerja disebut diduga belum dilengkapi dengan perlengkapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang memadai.

Jika benar proyek tersebut menggunakan anggaran pemerintah, kondisi ini patut mendapat perhatian serius dari pihak terkait. Papan informasi proyek penting sebagai bentuk keterbukaan kepada masyarakat agar publik dapat mengetahui identitas pekerjaan, sumber pembiayaan, nilai anggaran, pelaksana, serta waktu pengerjaan.

Warga meminta Pemerintah Kabupaten Simalungun melalui satuan kerja terkait turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan, termasuk memastikan kesesuaian antara pekerjaan fisik dengan dokumen perencanaan, spesifikasi teknis, volume pekerjaan, anggaran serta ketentuan keselamatan kerja.

“Kami berharap pemerintah turun langsung ke lapangan untuk mengecek pekerjaan ini. Kalau memang proyek pemerintah, hendaknya aturan yang ada ditaati. Jangan sampai masyarakat melihatnya seperti pekerjaan siluman karena tidak ada papan informasi,” tegas warga.

Persoalan papan informasi proyek juga berkaitan dengan prinsip transparansi dan keterbukaan dalam pelaksanaan pembangunan yang menggunakan uang negara. Masyarakat berhak memperoleh informasi mengenai proyek yang berada di lingkungan mereka.

Kini perhatian publik tertuju kepada instansi terkait: siapa pelaksana proyek tersebut, berapa nilai anggarannya, dari mana sumber dananya, bagaimana spesifikasi pekerjaannya, serta mengapa papan informasi proyek belum terlihat di lokasi?

Warga berharap persoalan tersebut tidak berhenti sebatas sorotan, melainkan segera ditindaklanjuti melalui pemeriksaan lapangan secara terbuka.

Infopersadanews.id akan terus memantau dan mengawal pelaksanaan pembangunan demi kepentingan masyarakat.

(A.S)

 


Pos terkait

 


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *