SIMALUNGUN | Infopersadanews.id
Ada apa dengan SPPG Saribu Dolok,silimakuta#007 Kecamatan Pamatang Silimahuta, Kabupaten Simalungun?
Sorotan terhadap dapur yang menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut ternyata bukan kali pertama. Persoalan yang sama disebut telah berulang kali diberitakan dan disoroti, namun kondisi di lapangan kembali menjadi perhatian. Pertanyaannya: sampai kapan teguran dan pemberitaan publik harus berulang sebelum ada tindakan nyata?
Terbaru, tim media kembali melakukan pemantauan pada Selasa (8/9/2026). Dari pantauan, muncul dugaan persoalan serius pada pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Bak penampungan diduga bermasalah hingga limbah meluber ke area terbuka. Kondisi sekitar juga disebut dipenuhi lalat. Jika benar demikian, persoalan ini jelas tidak pantas dianggap sebagai masalah kecil, terlebih fasilitas tersebut berkaitan langsung dengan penyediaan makanan bagi anak-anak penerima manfaat MBG.
Yang semakin mengundang tanda tanya, kedatangan tim media justru diwarnai reaksi dari pihak keamanan dan pegawai SPPG. Gerbang disebut langsung ditutup dan terjadi ketegangan ketika tim melakukan dokumentasi dari luar lokasi.
Lantas, apa yang sebenarnya hendak ditutupi? Jika pengelolaan dapur dan sanitasi telah sesuai standar, mengapa kehadiran media justru disambut dengan kepanikan? Pertanyaan ini tentu menjadi hak publik untuk mendapatkan jawaban, bukan untuk menuduh pihak tertentu.
Lebih serius lagi, kondisi tersebut diduga tidak sejalan dengan semangat pengawasan program MBG yang menempatkan kebersihan, keamanan pangan dan kesehatan penerima manfaat sebagai prioritas. Jangan sampai teguran dan anjuran dari tingkat pusat hanya berhenti sebagai surat atau instruksi di atas meja, sementara persoalan di lapangan terus berulang.
Korwil MBG Simalungun, Debora Purba, dan KPPG Wilayah Sumut, Donald Simanjuntak, diminta jangan tinggal diam. Keduanya diharapkan segera turun tangan dan memberikan teguran keras kepada yayasan serta Kepala SPPG apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran standar sanitasi maupun pengelolaan limbah.
Publik juga patut mempertanyakan efektivitas pengawasan: kalau sudah berkali-kali diberitakan tetapi persoalan yang sama kembali muncul, sebenarnya pengawasan selama ini berjalan atau hanya sebatas laporan administratif?
Program MBG bukan program pribadi pengelola dapur. Ini program untuk kepentingan masyarakat dan anak-anak Indonesia. Karena itu, tidak boleh ada yayasan, pengelola maupun kepala SPPG yang merasa kebal dari pengawasan.
BGN dan jajaran pengawas MBG harus memastikan bahwa setiap dapur yang menjalankan program tersebut benar-benar memenuhi standar. Bila ditemukan pelanggaran, teguran harus tegas, perbaikan harus terukur, dan bila diperlukan harus ada evaluasi terhadap kelayakan operasionalnya.
Masyarakat tidak membutuhkan seremonial. Masyarakat membutuhkan jaminan bahwa makanan yang masuk ke perut anak-anak mereka diproduksi di tempat yang bersih, sehat dan aman.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak yayasan dan Kepala SPPG Saribu Dolok belum memberikan penjelasan resmi mengenai dugaan persoalan IPAL, kondisi lingkungan maupun reaksi petugas terhadap kedatangan media.
Infopersadanews.id meminta BGN, Korwil MBG Simalungun, KPPG Sumut dan instansi terkait segera melakukan pemeriksaan terbuka. Jangan menunggu sampai muncul korban atau kejadian luar biasa baru semua pihak bergerak.
Sudah berkali-kali diberitakan. Sudah menjadi sorotan. Kini publik menunggu satu hal: TINDAKAN!







