Jalan Nagori Silomarawan Rusak Total, Warga: Sejak 1945 Belum Pernah Tersentuh Pembangunan

banner 468x60

 

Simalungun, Info Persada News.id

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kondisi jalan penghubung dari Nagori Silomarawan menuju Kecamatan Dolok Silau dilaporkan rusak total dan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat. Hingga saat ini, jalan tersebut masih berupa tanah putih tanpa pengerasan batu, sehingga sulit dilalui, terutama saat musim hujan.(Senin, 27/04/2027)

Mirisnya, menurut keterangan warga, akses jalan ini disebut-sebut belum pernah tersentuh pembangunan sejak Indonesia merdeka pada tahun 1945 hingga tahun 2026. Jalan tersebut merupakan satu-satunya akses utama masyarakat menuju ibu kota kecamatan.

“Kalau bukan karena swadaya masyarakat, mungkin jalan ini sudah tidak bisa dilalui sama sekali,” ujar salah satu warga, R. Sipayung.
Ia juga menjelaskan bahwa perbaikan jalan ini setiap tahun selalu diusulkan dalam musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) desa yang dihadiri perangkat nagori, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta pihak terkait lainnya. Namun, hingga kini, usulan tersebut hanya sebatas janji tanpa realisasi.

Sementara dari pihak pemerintahan nagori, Pangulu Silomarawan, Sahat Martuah Sipayung, SH, menyampaikan bahwa pihaknya sudah berulang kali mengajukan proposal kepada instansi terkait. Namun, belum ada tanggapan maupun tindak lanjut dari pemerintah.
Sementara itu, pihak media Info Persada News.id juga telah mencoba mengonfirmasi kepada Camat Dolok Silau, Agusti Ginting. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada respons. Sikap diam tersebut menimbulkan kesan kurangnya perhatian terhadap kebutuhan mendasar masyarakat.

Kondisi jalan ini tidak hanya berdampak pada aktivitas ekonomi warga, tetapi juga pada kegiatan sosial dan pendidikan. Setiap peringatan hari besar nasional seperti 17 Agustus, siswa-siswi SD dari desa tersebut harus berjalan melalui jalan berlumpur menuju kecamatan, sehingga tiba dalam kondisi kotor.

Warga pun berharap perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Simalungun dan anggota DPRD agar segera merealisasikan pembangunan jalan tersebut.
“Jangan hanya datang saat pemilihan. Bahkan orang sakit pun dulu didata demi suara. Sekarang kami butuh bukti, bukan janji,” ungkap warga dengan nada kecewa.

Hingga kini, masyarakat Nagori Silomarawan merasa belum sepenuhnya merasakan kemerdekaan, khususnya dalam hal pembangunan infrastruktur dasar.
(Japen Sipayung)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *