Simalungun -Infopersadanews.id.
Gelombang pemberitaan yang menyebut anggota DPRD Simalungun Robensius Sembiring “tertidur saat rapat paripurna” pada hari jum’at tanggal 05 /12/2025 akhirnya dipatahkan melalui temuan investigasi yang jauh lebih keras. Data, bukti foto, dan keterangan dari staf Sekretariat DPRD mengungkap kenyataan yang selama ini ditutupi: rapat paripurna bahkan belum dimulai ketika foto tersebut diambil.(minggu, 07/12/2025)
Apa yang disebut sebagian pihak sebagai “bukti kelalaian anggota dewan”, justru terbukti sebagai framing kasar dan manipulatif, yang tanpa ampun melenceng dari realitas.
Dari hasil investigasi awak media Infopersadanews.id menunjukkan bahwa saat foto itu diambil:
Kursi pimpinan kosong total
Anggota lain belum tampak hadir
Tak ada notulen, tak ada daftar hadir, tak ada pembukaan sidang
Suasana ruangan sunyi tanpa aktivitas
Dengan kata lain, tidak ada sidang. Tidak ada agenda yang sedang dibahas. Tidak ada palu sidang diketuk. Tidak ada protokol.
Jadi bagaimana mungkin seseorang tidur “saat sidang”, jika sidangnya saja belum mulai?
Sementara ketika awak media mencoba konfirmasi kepada seorang staf Sekretariat DPRD yang mengetahui langsung situasi tersebut, memberikan pernyataan tegas meski meminta identitasnya tidak disebutkan demi keamanan.
“Itu foto diambil sebelum rapat, Bang. Waktu itu memang anggota banyak yang belum hadir. Pak Robensius malah sudah datang lebih dulu. Jadi kalau dibilang tidur saat rapat, itu tidak benar sama sekali.”
ia melanjutkan lebih keras:
“Yang bikin ramai itu tidak cek fakta. Tidak ada rapat yang sedang berjalan. Kami di sekretariat tahu persis waktu itu. Itu masa menunggu.”
Pernyataan staf ini mempertegas bahwa narasi awal yang beredar bukan hanya tidak akurat — tapi berbalik 180 derajat dari kenyataan.
Di sisi lain dari penelusuran awak media Robensius sembiring hadir sesuai undangan. Namun rapat paripurna belum bisa dibuka karena anggota lain belum hadir memenuhi kuorum.
sementara sumber internal juga menyebut:Pak Robensius itu datang cepat. Justru beliau yang paling lama menunggu. Yang lain belum masuk ke ruangan.”
Menunggu dua jam lebih di ruangan kosong adalah fakta yang tidak pernah diberitakan pihak yang sebelumnya memviralkan gambar tersebut.
Robensius sembiring akhirnya buka suara dengan nada keras.
“Saya tidak tidur saat rapat. Rapat belum mulai! Ini murni manipulasi dan pembelokan fakta. Foto itu dipakai tanpa konteks untuk menyerang saya.”
Tak berhenti di situ, ia menambahkan:
“Ambil gambar diam-diam, potong konteksnya, lalu diunggah sebagai fitnah — itu sudah di luar batas. Saya tidak akan diam kalau ini terus dipelintir.”
sementara beberapa portal berita online dinilai mengabaikan tanggung jawab pers karena menaikkan berita dengan:
Judul provokatif
Tanpa konfirmasi
Tanpa mengecek kronologi
Tanpa meninjau foto pembanding
Model pemberitaan seperti ini disebut staf sekretariat sebagai:
“Bukan jurnalisme, itu mesin gosip digital.”
Jika fitnah seperti ini dibiarkan:
Reputasi individu hancur
Citra lembaga tercoreng
Publik dibuat percaya informasi yang salah
Kepercayaan terhadap pers runtuh
Investigasi membuktikan, foto tersebut adalah potret seseorang yang hadir tepat waktu — bukan yang lalai.
Setelah seluruh bukti dihimpun, diperiksa, dan dibandingkan:
✔ Tidak benar Robensius tidur saat rapat
✔ Kejadian terjadi saat menunggu, bukan ketika rapat berjalan
✔ Ruang sidang kosong total saat foto diambil
✔ Staf sekretariat membenarkan bahwa rapat belum dimulai
✔ Berita viral sebelumnya adalah framing tidak berdasar
hingga berita ini di layangkan ke meja redaksi Robensius sembiring masih menunggu klarifikasi berita online tersebut yang menjatuhkan harga dirinya selaku anggota DPRD yang taat akan waktu(red)








