Diduga Ada Permainan Dana Desa, Pangulu Bah Butong 2 Angkat Anak Jadi Sekdes – Media Soroti Dugaan Korupsi yang Terkendali

banner 468x60

SIMALUNGUN – Infopersadanews. id.

Dugaan permainan dalam pengelolaan Dana Desa (DD) kembali mencuat di Nagori Bah Butong 2, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun. Pangulu di nagori tersebut diduga mengangkat anaknya sendiri menjadi sekretaris desa (sekdes) demi memuluskan praktik dugaan korupsi Dana Desa.(Jum’at, 07/11/2026)

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Informasi yang dihimpun oleh infopersadanews.id menyebutkan bahwa pangulu jarang masuk kantor, sementara segala urusan administrasi dan pelayanan warga dikendalikan langsung oleh sekdes, yang merupakan anak kandungnya sendiri. Kondisi ini menimbulkan dugaan kuat adanya nepotisme sekaligus penyalahgunaan jabatan untuk kepentingan pribadi.

Sejumlah wartawan yang berusaha melakukan konfirmasi di kantor pangulu juga mengaku kesulitan. Bahkan, saat beberapa wartawan datang dan mengisi buku tamu, pihak sekdes tampak menutup-nutupi aktivitas pemerintahan nagori tersebut.

Lebih mencengangkan lagi, berdasarkan penelusuran awak media infopersadanews.id, saat dikonfirmasi terkait anggaran tahap pertama, sekdes sempat menyebut bahwa sudah ada “beberapa wartawan” yang menerima amplop. Pernyataan ini memperkuat dugaan bahwa praktik korupsi di nagori tersebut berjalan rapi dan terkendali.

Menyikapi hal ini, masyarakat dan berbagai kalangan meminta Bupati Simalungun, Inspektorat Daerah, serta Unit Tipikor Polres Simalungun untuk segera turun tangan dan mengaudit penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) di Nagori Bah Butong 2.

“Jangan biarkan pemerintahan nagori menjadi ajang bisnis keluarga. Rakyat butuh transparansi, bukan penguasa yang memperkaya diri lewat jabatan,” tegas salah satu tokoh masyarakat setempat kepada awak media.

Kasus ini menjadi catatan serius bagi pemerintah daerah agar memperketat pengawasan terhadap pengelolaan keuangan desa, terutama di wilayah-wilayah yang rawan praktik nepotisme dan korupsi terselubung.Hingga berita ini di layangkan kemeja redaksi pangulu nagori Bah Butong 2 tidak dapat di hubungi karena sudah memblokir nomor wartawan Infopersadanews. Id karena terus memberitakan kuatnya dugaan korupsi di nagori Bah Butong 2.(Red)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *