Simalungun,Infopersadanews.id
Proyek rehabilitasi jaringan irigasi di Desa Lokkung Raya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, yang bersumber dari APBD Kabupaten Simalungun Tahun Anggaran 2025, kini menjadi sorotan tajam dan memicu kemarahan publik. Proyek bernilai Rp.588.926.000 yang dikerjakan oleh rekanan CV Cintia Putri tersebut diduga kuat dikerjakan asal jadi dan di duga tidak sesuai RAB.(Sabtu, 17/01/2026)
Hasil pantauan Tim IJRS ( Ikatan Jurnalis Raya Simalungun ) di lokasi proyek ( Rabu,14/1/2026) banyak menemukan kejanggalan , diantaranya di temukan keretakan panjang pada tembok bangunan,walau sudah tampak di dempul dan bangunan tampak sudah miring.
Fakta ini memperkuat dugaan adanya persoalan serius pada kualitas material, metode pelaksanaan, serta pengabaian terhadap standar teknis. Ironisnya,. . Ini infrastruktur vital yang seharusnya menopang produktivitas pertanian justru sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan sejak dini.
Sorotan keras pun langsung mengarah kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Simalungun selaku penanggung jawab teknis. Publik secara terbuka mempertanyakan kinerja pengawasan di bawah kepemimpinan Kepala Dinas PUTR Hotbinson Damanik, sebab kerusakan dini ini dinilai sebagai cerminan nyata lemahnya kontrol kualitas dan dugaan pembiaran terhadap pekerjaan yang menyimpang dari spesifikasi kontrak.
Kritik pedas datang dari Ikatan Jurnalis Raya Simalungun(IJRS) menegaskan bahwa proyek irigasi dengan anggaran ratusan juta rupiah yang sudah retak dalam waktu singkat merupakan bentuk kegagalan serius pengelolaan anggaran publik. “Ini bukan sekadar retak teknis. Ini alarm keras. Jika proyek baru selesai sudah rusak, maka wajar publik menduga ada kelalaian bahkan pembiaran. Dinas PUTR tidak boleh berlindung di balik administrasi,” tegasnya.
IJRS dengan tegas menantang Ispektorat,Aparat Penegak Hukum (APH) dan Kejaksaan Simalungun untuk segera mengaudit dan memerintahkan supaya bangunan tersebut di bongkar karena di duga bangunan tersebut tidak bisa bertahan lama karena belum Seumur jagung kondisi bangunan sudah memprihatinkan.
Lebih mirisnya lagi material pasir dan batu dibambil dari lokasi proyek hasil konfirmasi Tim IJRS kepada beberapa warga Sambual Dusun lV Nagori Raya bayu Kecamatan Raya Simalungun yang namanya tidak mau namanya di tulis di berita ini,warga Sambual juga melalui IJRS meminta kepada instansi terkait agar segera memproses rekanan yang mengerjakan proyek rehabilitasi jaringan irigasi ini dan segera membongkar dan membangun kembali.(J.sinaga)








