SIMALUNGUN | InfoPersadaNews.id
Keluhan masyarakat terkait seringnya pasokan air PDAM padam di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon akhirnya mendapat respons konkret. Dewan Pengawas (Dewas) PDAM Tirta Lihou, Jamerson Saragih, menunjukkan bukti kerja nyata dengan turun langsung menanggapi persoalan tersebut melalui Forum Group Discussion (FGD) yang digelar atas undangan resmi Kecamatan.
Berdasarkan Surat Undangan Forum Group Diskusi (FGD) Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Nomor: 600.1.16/1/2026 tertanggal 8 Januari 2026, forum ini digelar sebagai bentuk keseriusan pemerintah kecamatan dalam merespons gangguan dan padamnya aliran air bersih PDAM Tirta Lihou Unit Parapat yang kerap dikeluhkan masyarakat.
Camat Girsang Sipangan Bolon Victor Sijabat menjelaskan, permasalahan utama PDAM di wilayahnya adalah tidak lancarnya distribusi air ke pelanggan, bahkan sering padam sejak libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Kondisi tersebut dipicu oleh kerusakan pipa induk akibat longsor, sehingga berdampak luas dan memicu lonjakan komplain warga.
“Gangguan dan padamnya aliran air bersih ini sudah menimbulkan banyak keluhan masyarakat. Karena itu perlu dibahas bersama secara komprehensif,” ujar Camat Girsang Sipangan Bolon sebagaimana tertuang dalam surat resmi tersebut.
FGD yang dilaksanakan pada Senin, 12 Januari 2026, di Ruang Rapat Kantor Camat Girsang Sipangan Bolon, menghadirkan Anggota DPRD Kabupaten Simalungun, Dewan Pengawas PDAM, Direktur Utama PDAM Tirta Lihou, Kepala Cabang PDAM Unit Parapat, unsur Forkopimca, tokoh masyarakat, serta perwakilan konsumen PDAM.
Dalam forum tersebut, Dewas PDAM Tirta Lihou Jamerson Saragih menegaskan bahwa pengawasan PDAM harus berbasis keluhan riil masyarakat dan didukung langkah perbaikan yang terukur. Ia mendorong PDAM agar menyampaikan secara terbuka kendala teknis dan manajerial, sekaligus solusi jangka pendek dan jangka panjang agar gangguan layanan tidak terus berulang.
Agenda FGD sendiri secara tegas mencakup pembahasan akar masalah pelayanan PDAM, evaluasi kendala teknis dan manajerial, serta perumusan solusi dan komitmen perbaikan layanan ke depan, sebagaimana tertuang dalam surat undangan resmi kecamatan.
Langkah cepat Dewas Jamerson Saragih yang merespons langsung keluhan warga melalui forum resmi lintas sektor ini dinilai sebagai bukti nyata kerja pengawasan yang berpihak pada masyarakat, sekaligus komitmen memperbaiki layanan air bersih sebagai kebutuhan dasar warga.
Masyarakat berharap, hasil FGD ini tidak berhenti pada forum diskusi semata, melainkan ditindaklanjuti secara konkret oleh PDAM Tirta Lihou agar pelayanan air bersih di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon kembali normal dan berkelanjutan.(J.sinaga)








