Program Makan Gratis MBG di SD Percontohan Diduga Asal-Asalan, Siswa Tak Dapat Asupan Bergizi

banner 468x60

Simalungun – Infopersadanews.Id.

Program Makan Gratis (MBG) yang dijalankan di salah satu SD Percontohan di kelurahan Sondi Raya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun kini menuai sorotan tajam. Pasalnya, menu yang dibagikan kepada siswa di duga dinilai jauh dari standar gizi seimbang, bahkan ada yang tidak disertai buah sama sekali.(kamis, 16/10/2025)

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Dari pantauan awak media di lapangan, makanan yang disajikan hanya berisi nasi putih, potongan lauk sederhana, sepotong telur rebus, serta irisan timun dan daun selada. Sementara itu, tidak terlihat adanya buah atau tambahan lauk bernilai gizi tinggi sebagaimana standar menu makan sehat untuk anak sekolah.

Sementara menurut salah seorang orang tua siswa yang namanya enggan di funlikasikan menilai, program yang seharusnya menyehatkan justru terkesan asal-asalan.
“Namanya makan gratis memang bagus, tapi kalau seperti ini, anak-anak bukannya sehat malah bisa kekurangan gizi. Masa program pemerintah tidak ada buahnya?” ujar salah satu wali murid dengan nada kecewa.

Mereka juga akan mendesak agar Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun segera meninjau langsung dapur umum MBG di sekolah tersebut. Bahkan masyarakat yang anaknya yang di dik di sekolah SD Percontohan tersebut  juga meminta audit terbuka terhadap anggaran dan pengelolaan bahan makanan, karena dikhawatirkan terjadi penyelewengan atau pemborosan tanpa hasil nyata bagi siswa.

Tokoh masyarakat setempat menilai, program sosial seperti MBG tidak boleh dijalankan sembarangan, apalagi bila menyangkut asupan gizi anak-anak sekolah dasar yang masih dalam masa tumbuh kembang.

Kalau kualitas makanannya seperti ini, jelas perlu diselidiki. Jangan sampai ada pihak yang bermain-main dengan anggaran atas nama program makan gratis,” tegas salah satu tokoh pendidikan di daerah tersebut.

Warga berharap, Bupati Simalungun dan dinas terkait segera turun langsung ke lokasi dan mengevaluasi kinerja pihak koordinator MBG, agar ke depan program sosial ini benar-benar memberikan manfaat nyata, bukan sekadar pencitraan.(J.sinaga)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *