DIDUGA ASAL JADI! PEKERJAAN PENIN
Simalungun.Pematang Raya,Infopersadanews.Id
Pekerjaan peningkatan jalan Rajamin purba, kecamatan Raya, kabupaten Simalungun di Simpang SMK Pertanian Raya, Kelurahan Pamatang Raya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, kembali menuai sorotan tajam dari masyarakat dan media. Berdasarkan pantauan tim Info Persada News.ID, proyek tersebut diduga kuat tidak sesuai bestek dan jauh dari standar mutu pekerjaan infrastruktur jalan.
Dari hasil pengecekan di lapangan, lapisan aspal terlihat tidak padat dan banyak berongga, memperlihatkan indikasi minimnya pemadatan oleh alat berat. Selain itu, kualitas aspal terkesan rendah, di mana suhu aspal saat penghamparan diduga tidak mencapai standar panas yang semestinya. Akibatnya, struktur permukaan jalan tampak rapuh dan berpotensi cepat rusak meski belum lama dikerjakan.(Kamis, 23/10/2025)
Lebih ironis lagi, pekerjaan tersebut tidak dilengkapi papan informasi proyek (plank kegiatan) sebagaimana diwajibkan dalam aturan keterbukaan publik. Tanpa plank proyek, masyarakat tidak mengetahui nilai anggaran, sumber dana, maupun pihak pelaksana kegiatan, sehingga transparansi dan akuntabilitas proyek patut dipertanyakan.
Berdasarkan temuan terbaru, pekerjaan beram jalan baru mulai dikerjakan hari ini, padahal semestinya menjadi bagian awal pekerjaan. Kondisi ini semakin memperkuat dugaan bahwa proyek dilakukan asal jadi dan hanya mengejar waktu penyelesaian.
Sementara itu, ketika kru Info Persada News.ID mencoba melakukan konfirmasi ke Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Simalungun, baik Kepala Dinas, Kabid, maupun PPK tidak dapat ditemui di kantor PUTR di Kompleks SKPD Pamatang Raya dengan alasan “sedang rapat”.
Menanggapi kondisi tersebut, warga sekitar yang enggan disebut namanya menyampaikan kekecewaannya:
“Kami sebagai masyarakat merasa kecewa. Baru beberapa minggu selesai diaspal, sudah kelihatan berongga dan tidak padat. Jangan karena proyek ini di kampung, jadi dikerjakan asal jadi. Pemerintah harus turun tangan!” ujarnya dengan nada kesal.
Hal senada disampaikan tokoh masyarakat Raya, yang meminta Bupati Simalungun dan Inspektorat segera turun langsung meninjau lokasi.
“Kalau jalan di pusat kota bisa bagus dan tahan lama, kenapa di desa selalu dikerjakan asal-asalan? Jangan sampai hukum tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Kami minta BPK dan aparat penegak hukum ikut memeriksa proyek ini,” tegasnya.
Untuk itu, Info Persada News.ID menghimbau Inspektorat Kabupaten Simalungun dan BPK Perwakilan Sumatera Utara agar segera melakukan audit teknis serta pemeriksaan lapangan terhadap proyek peningkatan jalan sepanjang lebih kurang 500 meter tersebut.
Transparansi dan kualitas pembangunan harus dijaga. Jangan sampai proyek dengan dana rakyat hanya menjadi ladang keuntungan bagi oknum tertentu, sementara masyarakat terus dirugikan oleh mutu pekerjaan yang jauh dari harapan masyarakat. (Lukman Rudi Saragih)








